Publikasi Media Gathering Prodi Digital PR FKB Telkom University -3

Peran Digital Public Relation Sangat Dibutuhkan di Era Milenial Ini

SEIRING perkembangan teknologi komunikasi pada era milenial ini peran digital public relation sangat dibutuhkan. Peran mereka untuk meng-handle komentar atau citra negatif. Citra negatif pada zaman milenial ini langsung terdeteksi karena komentar itu berada di media sosial.

“Dengan adanya digital public relations ini, komentar negatif bisa langsung terklarifikasi. Ini cukup efektif,” kata Dekan Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University, Ade Irma Susanty kepada wartawan, Minggu (10/6/2018).

Dikatakan, 10 tahun kedepan profesi public relations digital ini akan masih akan diperlukan oleh perusahaan atau instansi. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi.

“Anak-anak masih fokus pada teknologi karena mereka itu adalah generasi gadget, sehingga akan mengalihkan konten-konten yang bersifat konvensional ke digital. Dengan begitu, digital public relations akan dibutuhkan,” kata Ade.

Peluang inilah, lanjut Ade yang diambil oleh Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University untuk membuka Program Studi Digital Public Relations. Pihaknya membuka prodi tersebut pada tahun 2017.

Ia menyebutkan, angkatan pertama jumlah mahasiswanya mencapai 88 orang. Jumlah tersebut melebihi yang ditargetkan sebelumnya. Pihaknya menargetkan untuk dua kelas yaitu 80 orang.

“Tahun ini kami menargetkan 4 kelas atau sekitar 160. Saat ini yang sudah mendaftar ada sekitar 130 orang, padahal masih ada beberapa gelombang pendaftaran mahasiswa baru. Jadi kami optimis target tahun akan tercapai,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap prodi baru ini bisa melebihi atau minimal sejajar dengan prodi lainnya.

Disinggung kurikulum public relations digital Ade menambahkan akan terus memperbarui kurikulum sesuai dengan kebutuhan pasar atau industri. Selama ini juga kurikulum dalam setiap semesternya selaku dievaluasi.

“Setiap semester kurikulum itu selalu dievaluasi, karena harus sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar. Misalnya saat ini memasuki industri 4.0 maka, sistem pengajaran kita juga disesuaikan dengan hal tersebut,” jelasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *