Digital PR adakan Bedah Buku “Public Relations In The Age Of Disruption”

Di dalam buku “Public Relations in the Age of Disruption” yang ditulis oleh Agung Laksamana membicarakan tentang Tantangan PR pada perkembangan zaman yang semakin canggih seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Begitu juga dengan Peran PR ke depan semakin kompleks dan rumit disebabkan oleh  semakin berkembangnya peran teknologi dan digital sehingga harus memaksa para Praktisi PR untuk mengikuti arus tersebut. Demikian dikatakan Dosen Digital PR Hadi Purnama saat membedah buku “Public Relations in the Age of Disruption”. Menurut Hadi, dahulu kerjaan PR hanya menggunting isu dan menempelkannya pada lembaran yang akan diberikan kepada pimpinan namun saat ini hal tersebut sudah usang dan dituntut untuk lebih menggunakan peran teknologi. Oleh karena itu di buku tersebut juga dijelaskan agar PR harus lebih up to date dengan mengikuti perkembangan zaman saat ini dan Praktisi PR juga harus dibekali dengan pengetahuan teknologi agar bisa mengikuti zaman. Jika para praktisi PR tidak berbenah dengan keadaan 5 sampai 10 tahun ke depan bukan tidak mungkin prospek pekerjaan PR bakal dikremus oleh Artificial Inteligence (kecerdasan buatan) seperti robot karena mereka mampu beradaptasi dengan keadaan yang serba canggih sehingga seluruh permasalahan bisa ditangani oleh robot yang seharusnya ditangani oleh praktisi PR. Ada 2 hal yang harus ditekankan kepada Praktisi PR yaitu membaca dan juga menulis, karena dengan membaca kita juga bisa membuat imajinasi mengenai penyelesaian suatu masalah sehingga memperkaya inovasi dan referensi kita sebagai praktisi PR. Dan juga di dalam buku tersebut, terdapat beberapa  tugas dan tanggung jawab PR di zaman now menjadi lebih luas dan kian kompleks ! Mencakup beberapa hal seperti : Promotions and reputation management, media relations, employee communications, lobbying, crisis communication dan social media monitoring.

 

Demikian dituliskan dalam buku “Public Relations in the Age of Disruption” yang ditulis oleh Agung Laksaman.“Karenanya, mahasiswa dan mahasiswi PR di Telkom University, saat ini dituntut untuk lebih kreatif dan produktif dalam menghadapi persaingan. Karena beberapa tahun yang akan datang pekerjaan PR bukan hanya digeluti oleh para akademisi dan praktisi PR akan tetapi semua disiplin ilmu mampu menjadi PR, Untuk itu program studi PR di Telkom University memberikan beberapa program studi berbasis digital agar mampu bersaing dengan para akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu lainnya”, Hadi juga mengatakan, PR di zaman saat ini berbeda dengan PR zaman dahulu dimana ketika zaman dahulu tujuan utama orang PR cuman menjaga citra perusahaan namun di era teknologi saat ini tugas PR sangat kompleks dan multifungsi.”

 

Salah satu contohnya adalah monitoring sosial media. Dahulu pekerjaan PR adalah menggunting isu di koran dan menempelkannya pada kertas lalu di klipping sebagai sebuah isu yang akan dihadapi sebuah perusahaan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi pekerjaan monitoring sosial media saat ini dilakukan dengan menggunakan ponsel pintar (Smart Phone) dimana kita bisa mengetahui seluruh isu nasional dan internasional melalui alat tersebut. Sehingga barangsiapa yang tidak bisa atau tidak mampu dalam mengikuti perkembangan tersebut maka dia akan tergerus oleh zaman yang semakin canggih. tutur Hadi Purnama di hadapan sekitar 20 audiens, Rabu (02/05/18) bertempat di Mini Theater Open Library Lt.5 siang itu.

 

Acara bedah buku  sendiri dibuka MC dari Program studi Digital Public Relations yaitu Fauzan Mukti. Berbagai dosen Program Studi Public Relations turut hadir untuk memeriahkan bedah buku kali ini.Bedah buku kali ini ditutup dengan pemberian motivasi dan wejangan kepada mahasiswa/mahasiswi Digital PR agar tetap bersemangat dan terus bekerja keras karena tantangan kedepan yang lebih berat yang disampaikan oleh  Ibu Martha Tri Lestari selaku Kaprodi Digital PR.

 

Bedah buku kali ini membuat kami selaku mahasiswa untuk banyak membaca literatur dan menulis karena dunia kerja PR tidak jauh dari hal tersebut dan juga terus mengasah kemampuan kami dan selalu terbiasa dengan perkembangan teknologi, karena hal yang abadi adalah perubahan itu sendiri. (*)

Reporter: Hashim Thaci S. Pane… (Digital PR 2017)

Fotografer:  R.Luqman Hakim Indra …..  (Digital PR 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *