Digital PR Telkom University Goes to Trans Corp

 

Digital PR (Public Relations) melakukan perjalanan company visit ke public relations TransTv, Kamis 1 November 2018 dengan mengunjungi Transmedia Sosial, CNN Control Room dan Studio CNN. Digital PR adalah jurusan yang baru di Telkom University. Jurusan DPR atau umumnya disebut Humas ini baru memiliki 2 angkatan yaitu angkatan 2017 dan 2018. Untuk menghadapi tantangan persaingan yang sangat ketat kedepannya dengan perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung maka jurusan PR melakukan kunjungan ke perusahaan terkait kehumasan. Kunjungan tersebut berguna untuk menyelaraskan antara teori /ilmu yang didapat di kampus dengan pengalaman di luar kampus yang langsung bertemu dengan banyak individu. perbedaannya di dunia kerja/industri banyak problematika yang penyelesainnya tidak semudah teori di kampus namun memerlukan beberapa kombinasi pengalaman dan kesabaran serta konsentrasi yang harus siap 100%.  “Oleh karena itu sangat diperlukan kunjungan perusahaan seperti ini sangat membantu untuk kedepannya bagi mahasiswa supaya tidak hanya mengetahui hal teoritis namun lebih bersifat penerapan ilmiah yang jarang bahkan tidak didapat dikampus,” tutur A.Hadiansyah Lubis, VP Public Relations & Promotions Manager Trans TV.

Di dalam kesempatan tersebut, Hadi mengatakan bahwa “saat ini tantangan di dunia pekerjaan akan semakin berat dikarenakan adanya revolusi industri yang membuat semuanya serba digitalisasi”. Agar tidak tersisih dengan adanya era disrupsi teknologi maka sebagai mahasiswa diharuskan memiliki beberapa soft skill. Soft skill yang dimaksud adalah kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat yang lain, jangan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang) akan tetapi aktif di lingkungan organisasi. Sehingga ketika sudah terjun di dunia organisasi kita mampu mengasah skill apa yang sesuai dengan kemampuan kita. Dan juga kita bisa menambah channel/jaringan pertemanan kita agar tidak hanya bergaul dengan individu yang sama akan tetapi publik kita luas dan fleksibel. Sebagai penutup dalam kata sambutannya, Hadi menuturkan sebagai calon praktisi humas kita harus memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi karena itu yang sangat dibutuhkan untuk saat ini dan hal itu juga yang tidak dimiliki oleh teknologi manapun dikarenakan teknologi bekerja berdasarkan otak bukan dengan jiwa dan nurani. “Anda tidak perlu terlalu pintar namun anda harus bisa membaur dengan individu dimana anda berada serta bergaul dengan siapa saja tidak memandang dia kerja apa dia sebagai apa namun pandanglah dia sebagai partner anda untuk menciptakan sinergitas ketika bekerja dalam suatu perusahaan”.             

 

*Reporter : Hashim Thaci S.Pane

*Kameraman : Indra Lukman

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *