
Banyak orang menonton film komedi romantis hanya untuk hiburan, tetapi sebenarnya film juga bisa menjadi cerminan praktik Public Relations dalam kehidupan profesional. Film A Business Proposal versi Indonesia menghadirkan cerita yang ringan, namun menyimpan berbagai dinamika komunikasi yang relevan untuk dikaji dari sudut pandang PR. Melalui karakter, konflik, dan alur ceritanya, film ini secara tidak langsung memperlihatkan bagaimana reputasi, komunikasi, dan strategi pemasaran dapat mempengaruhi citra sebuah organisasi.
Salah satu aspek PR yang terlihat jelas dalam film ini adalah manajemen reputasi. Karakter Utama, yang diperankan oleh Abidzar Al-Ghifari, digambarkan sebagai pewaris perusahaan makanan besar dengan citra publik yang terkesan dingin dan menyeramkan. Persepsi tersebut terbentuk bukan karena kinerjanya secara langsung, melainkan dari rumor dan kesan yang beredar di lingkungan sekitar. Dalam konteks Public Relations, kondisi ini menunjukkan bagaimana citra seseorang atau perusahaan dapat terbentuk dari persepsi publik, serta pentingnya peran PR dalam membangun dan memperbaiki reputasi agar lebih positif dan humanis.
Selain reputasi, film ini juga menampilkan situasi yang berkaitan dengan komunikasi krisis. Alur cerita yang melibatkan Sari, diperankan oleh Ariel Tatum, sebagai karyawan perusahaan yang menyamar sebagai pasangan kencan buta menciptakan potensi krisis komunikasi yang cukup besar. Kebohongan terkait identitas ini dapat berdampak serius apabila terbongkar, terutama terhadap kredibilitas individu maupun perusahaan. Dalam praktik PR, kondisi seperti ini menggambarkan bagaimana informasi yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu krisis dan menuntut strategi komunikasi yang cepat, tepat, dan terkontrol.
Film A Business Proposal versi Indonesia juga menyinggung pentingnya keaslian atau authenticity dalam praktik Public Relations modern. Sebagai adaptasi dari drama Korea, film ini sempat menuai perbincangan terkait relevansi cerita dengan audiens lokal. Hal ini menunjukkan bahwa dalam PR, keaslian pesan dan kesesuaian dengan karakter audiens menjadi faktor penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan publik. Transparansi dan relevansi konten menjadi kunci agar pesan dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan resistensi.
Dari sisi pemasaran, film ini turut memperlihatkan penerapan strategi Marketing Public Relations. Penggunaan aktor ternama seperti Ariel Tatum dan Abidzar Al-Ghifari menjadi daya tarik utama untuk menarik perhatian penonton. Selain itu, perbincangan publik mengenai adaptasi cerita juga menciptakan buzz yang secara tidak langsung meningkatkan eksposur film. Strategi ini menunjukkan bagaimana MPR memanfaatkan figur publik dan percakapan audiens untuk membangun awareness dan minat terhadap sebuah produk hiburan.
Secara keseluruhan, film A Business Proposal versi Indonesia dapat menjadi bahan analisis menarik bagi mahasiswa dan praktisi Public Relations. Cerita yang mengangkat hubungan interpersonal, pengambilan keputusan komunikasi, serta pengelolaan citra di level eksekutif memperlihatkan dampak besar komunikasi terhadap reputasi organisasi. Melalui film ini, mahasiswa PR dapat belajar bahwa strategi komunikasi tidak hanya hadir dalam kampanye formal, tetapi juga tercermin dalam narasi populer yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penulis: Bunga Nur Intan
